Kamis, 07 Agustus 2014

Sejarah Awal Surabaya

Jejak "Kraton" Surabaya (1293-1755)
Sejarah Surabaya berawal dari pertempuran sengit antara pasukan Raden Wijaya dengan tentara Mongol di Hujung Galuh yang dimenangkan pasukan Raden Wijaya pada 31 Mei 1293, sehingga Hujung Galuh berganti menjadi Curabhaya yang berarti keberanian menghadapi bahaya.
Sejak kepemimpinan Raden Wijaya pada 1293 itu, Surabaya menggunakan sistem pemerintahan kekratonan (semacam kabupaten/kota di dalam kerajaan/provinsi) hingga akhirnya Surabaya jatuh ke tangan penjajah Belanda pada tahun 1755 yang mengganti pusat pemerintahan dari "kraton" ke "Residence Wooning" yang kini disebut sebagai Gedung Grahadi.
Berbagai hasil riset sejarah mencatat kawasan "Kraton Surabaya" itu mencapai luas pada area-area ini:

1. Kebonrojo 
Kraton Surabaya yang saat itu dibawah kekuasaan Kerajaan Majapahit itu merupakan kawasan yang bermula dari Taman Kraton di Kebonrojo yang kini menjadi kantor pos. Sebelum menjadi kantor pos, Taman Kraton itu sempat menjadi HBS yang merupakan sekolah yang pernah diikuti Bung Karno, lalu berganti lagi menjadi Kantor Pos Surabaya hingga kini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar